Dulu ketika masih masa-masa banyak berkecimpung di banyak peran (sebagai anak, sebagai anggota/pengurus organisasi, sebagai pekerja, sebagai pejabat kelas nol kecil, hehe…, dan banyak lagi peran-peran yang datang sebagai ladang mencari sangu di kampung akherat nanti) sungguh merasa hari-hari adalah amanah, jam-jam adalah tugas-tugas, menit-menit adalah planning ataupun evaluasi….indahnya bahwa tak ada waktu yang kosong begitu saja (karena ada juga waktu tidur, waktu bermain, waktu ngobrol, hehe_sama aja dong). Ketika banyak peran yang kita mainkan, otomatis banyak hal yang menjadi catatan, yang jika diorganisir dan diinventaris maka akan tercipta folder-folder pada salah satu atau beberapa partisi komputer atau laptop. Walaupun hanya jadwal-jadwal, surat-surat, atau sampai pada peta rancang bangun sebuah event yang akan dilaksanakan.
Sebagaimana komputer, hidup kita penuh dengan folder yang dikelompokkan sesuai dengan peran kita. Semakin banyak peran maka semakin banyak pula folder yang kita buat agar lebih rapi, tertata, dan mudah dicari saat dibutuhkan. Misalnya saja dalam local disk terdapat folder pekerjaan, organisasi, atau sekedar hobby yang dibuat folder tersendiri, misalnya music atau video. Itulah kehidupan yang sedang kita jalani sekarang. Dalam 24 jam sehari, 7 hari sepekan, 30 hari sebulan, 12 bulan setahun diisi dengan apa yang ada di dalam folder itu. Walaupun tidak sempat menuliskan dan mengorganisasikannya tetapi sejatinya hidup ini penuh dengan folder, sarat dengan peran. Pada saat sibuk mungkin kita tidak sempat untuk merenungkan ini, tetapi kalau kita inventaris lagi, betapa sangat berharganya kita menjalani peran-peran itu jika kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. Sebagai ayah yang mencari nafkah adalah ibadah, sebagai ibu yang memenuhi kebutuhan rumah tangga adalah sedekah, sebagai anak menghormati tua dan membuat bangga orang tua adalah tabungan surga, sebagai anggota atau pengurus organisasi adalah amanah yang berbuah pahala, sebagai bawahan yang taat dengan pemimpinnya adalah tugas.
Setiap orang tentu tidak hanya memiliki sebuah peran saja, pasti ada peran lain yang ia jalankan sebagai peran tambahan yang juga memiliki tingkat kepentingan yang berbeda-beda. Dalam 24 jam sehari ada waktu yang paling banyak digunakan untuk memenuhi sebuah peran, di sisi lain peran yang lain menunggu untuk dipenuhi haknya. Dengan banyak peran orang bisa hidup dengan seimbang. Mengapa? Coba bayangkan kalau seseorang hanya memiliki aktivitas bekerja dan tidur saja dalam sehari, betapa sangat naifnya, dia tidak akan pernah menikmati manisnya kehidupan. Dengan peran-peran tambahan itu, kita bisa lebih dinamis karena akan lebih banyak belajar, lebih banyak memberi, lebih banyak bersosialisasi, lebih banyak rizqi dan lebih panjang umur. Luar biasa…! Kalau kehidupan ini diisi oleh lebih banyak peran, (yang tentunya peran yang baik dan membawa manfaat), insya Alloh akan lebih menikmati hidup dengan penuh warna. Walaupun kalau dilogika semakin banyak peran semakin banyak waktu yang dikeluarkan, tetapi ternyata dengan kesibukan itulah kita bisa berkarya dan mewujudkan mimpi serta imanjinasi yang tidak dimiliki oleh orang yang diam. Dengan banyak energi yang kita gunakan, rasa lelah dan stress akan berlalu seiring dengan bergulirnya sang waktu.
Tetapi, apakah cukup folder kita hanya berisi kepentingan pribadi saja? Yang menjadi ayah cukup bekerja saja, yang menjadi ibu cukup di rumah, yang menjadi siswa/mahasiswa hanya belajar di sekolah, kampus dan perpus saja? Mari kita telisik lagi, mungkinkah kita masuk pada peran yang di luar kebiasaan orang lain? Adakah celah-celah yang bisa kita jadikan kesempatan meraih kehidupan yang lebih baik? Ternyata ada banyak folder yang belum kita isi, dan barangkali menjadi medan/ladang amal kita. Maka sebaiknya kita isi folder-folder itu dengan kemampuan kita agar lebih bisa mencapai manfaat yang optimal. Ya, kita harus sering-sering menanamkan percaya diri dan menjauhkan rasa malas dan rendah diri. Niscaya kita akan semakin terasah dan berkembang.
Agar folder-folder itu mengalami updatase yang seimbang satu sama lain maka semua peran harus kita jalankan secara proporsional, baik secara waktu, pemikiran, dan sumber daya. Jangan menganaktirikan satu atau beberapa peran agar semua berjalan secara seimbang. Oleh karena itu, fungsi manajemen waktu dan manajemen evaluasi diperlukan dalam hal ini. Semua peran sebaiknya hangat pada waktu yang sama, dalam kurun waktu yang lama, jangan hanya hangat-hangat tai ayam.
Pada saat mengalami kekosongan file disuatu masa tertentu (misalnya di tempat yang baru, pada pergantian peran yang baru) pasti akan ada rasa betapa dulu ketika banyak peran adalah masa-masa yang indah, masa-masa yang begitu banyak hal bisa dikerjakan. Sayang untuk melepaskan begitu saja, tetapi apa mau dikata, karena sebuah tuntutan, kewajiban, dan pergeseran peran maka yang harus dilakukan tak lain adalah membuat folder-folder baru. Kalau dulu folder-foder itu datang dengan begitu saja, maka sekarang adalah saat yang sulit untuk menemukan folder itu kembali, kecuali dengan kesungguhan dan keistiqomahan. Ya, dua hal yang tidak bisa ditinggalkan dalam membangun jenjang-jenjang peradaban diri.
Diperlukan tenaga ekstra untuk memulai dari awal. Adaptasi, aktualisasi diri, dan pelebaran sayap perlu dirintis setiap saat. Setelah satu folder tercapai, biasanya folder-folder lain akan segera bermunculan mengisi memori local disk kehidupan kita. Maka…bersiaplah bergelut dengan folder-folder itu, berikan update secara kontinue, dan nikmatilah hidup dengan penuh kesuksesan.
Bergeraklah bagai gelombang samudera, pecahkan karang yang menghadang……



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !